Bahkan dalam setiap kegiatan penyaluran beras bantuan pemerintah pusat untuk KPM di Cianjur, tutur dia, pihaknya langsung memasak beras yang dibagikan menjadi nasi sebagai upaya menangkal berita bohong yang banyak beredar agar KPM menerima tidak ragu dengan kualitasnya.
Hingga saat ini, pihaknya terus berupaya menangkal berita bohong terkait beras lokal atau impor yang disebut-sebut mengandung plastik itu, karena harga biji plastik sangat tinggi di pasaran sehingga tidak sebanding dengan harga beras ketika dijual di pasaran.
“Kita buktikan di setiap penyaluran bantuan beras untuk KPM di seluruh wilayah di Cianjur, agar masyarakat tidak termakan berita bohong dengan memasak langsung beras bantuan menjadi nasi di lokasi penyaluran,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Cianjur, Komarudin, meminta masyarakat waspada dan jeli untuk membeli beras di tengah isu adanya beras sintetis atau beras plastik.