Jenggala.id – Menurut riset terbaru yang dilakukan oleh perusahaan keamanan siber Imperva, hampir setengah dari lalu lintas atau traffic di internet saat ini terdiri dari bot. Penyebab utamanya disebutkan adalah kehadiran platform kecerdasan buatan (AI) generatif.
Riset tersebut menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam aktivitas web yang dilakukan secara otomatis dan berbahaya pada tahun 2022, sehingga proporsi lalu lintas yang dihasilkan oleh manusia turun ke level terendah dalam delapan tahun terakhir.
Imperva mencatat bahwa kehadiran “bot jahat” berada pada level tertinggi sejak mereka mulai melacak tren ini pada tahun 2013.
Baca juga : Internet, Penggunaan dan Cara Memilihi Kuota yang Optimal
Berdasarkan laporan Imperva Bad Bot 2023, ditemukan bahwa pada tahun 2022, hampir setengah atau tepatnya 47,4 persen dari traffic internet berasal dari bot. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.